Klaim Status Orang Lain


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan 

Klaim status orang lain tanpa izin pemiliknya, kemudian status yang biasanya berupa karya itu dilaporkan kepada pemerintah dalam bentuk proposal untuk diuangkan dan orang yang melaporkannya itu menikmati uangnya. Fenomena semacam itu secara subtansi sudah ada di zaman Nabi Saw, yaitu seperti orang yang menjual orang yang merdeka. Ada sebuah riwayat yang mengidentifikasi fenomena tersebut, berikut haditsnya:

 “Tiga orang, saya yang akan menjadi musuhnya pada hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut, dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan” (HR. Bukhari 2227).

Menghadirkan Allah dalam Rumah Tangga

 


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS.Ar-Ruum : 21)

Kebangkrutan biasanya menghadirkan suasana  hidup tidak tenang. Hari esok dianggapnya suram. Bahaya kebangkrutan itu bisa berdampak kepada sikap pesimis dan putus asa. Kebangkrutan merupakan salah satu bentuk kesengsaraan dunia. Bila tidak mampu menghadapinya, akan terus berada dalam kesengsaraan, tidak bisa bangkit lagi.

Kebangkrutan ketika ada dalam sebuah rumah tangga, itulah yang biasanya menjadi alasan kasus perceraian. Betapa banyak rumah tangga runtuh karena kebangkrutan. Batapa banyak istri yang meminta cerai kepada suaminya karena sudah tak tahan lagi menghadapi kebangkrutan.

Amanah dalam Hadits


1.Tidak amanah merupakan tanda orang yang munafik

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar” (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).

 

2.Kekuasaan adalah amanah. Kekuasaan hanya boleh didapatkan dengan hak dan wajib melaksanakan kewajibannya.

 

Dari Abu Dzarr pula, ia berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak memberiku kekuasaan?” Lalu beliau memegang pundakku dengan tangannya, kemudian bersabda, Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu. (HR. Muslim no. 1825).

Shalat dalam Hadits

 


1. Shalat merupakan bagian dari rukun Islam

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”(HR.Bukhori dan Muslim)

2.Perjalanan menuju mesjd untuk shalat merupakan sedekah

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kebiasaan Menahan Hak dapat Menyebabkan Resesi Ekonomi

Oleh : Ari Ariyandi Gunawan 

Seorang pedagang menahan hak seorang pembeli, maka kebutuhan Si Pembeli tidak dapat terpenuhi. Akibatnya, pasti Si Pembeli tidak mau  lagi membeli atau Si Pembeli  mengurangi pembelanjaannya.

Seorang pengusaha menahan hak karyawannya, maka kebutuhan karyawannya tidak dapat terpenuhi. Akibatnya, karyawan tersebut tidak  mau bekerja lagi atau mengurangi kualitas kerjanya, dan mengurangi daya belinya.

Dari contoh  sederhana itu, dengan logika alamiah saja dapat dipahami bahwa kebiasaan menahan hak dapat menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi.  Sehingga kebiasaan menahan hak orang lain itu dapat dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya resesi.