MENJAGA FITRAH MANUSIA





Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

Pada dasarnya setiap manusia cenderung memihak kepada kebenaran. Namun keberpihakannya terhadap kebernaran itu mudah sekali terpengaruh oleh hawa nafsu. Sehingga manusia mudah pula melakukan perbuatan dosa atau kesalahan. 

Dalam al-Qur'an terdapat perintah Allah kepada setiap Muslim untuk menjaga fitrah agar tetap suci. Karena fitrah yang suci merupakan suatu dasar bagi terbentuknya kesalehan dan menjaga fitrah merupakan suatu wujud pemihakan kepada kebenaran.
Allah SWT berfirman:Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu… (Q.S. ar-Rum [30]: 30).


Fitrah yang suci dapat memuculkan nurani yang sehat, yaitu hati (qalb) yang senantiasa memberi petunjuk ke arah kebaikan. Seseorang yang memiliki nurani semacam itu, maka ia akan cenderung berpihak kepada kebenaran dalam menjalani kehidupannya. Nurani yang sehat semacam itulah yang merupakan anugerah dari Allah SWT kepada setiap hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.Rasulullah Saw bersabda;“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba-Nya, niscaya akan Ia jadikan hatinya sebagai penasihat yang tulus. (H.R. Abu Mansur Ad-Dailami).

Sesunguhnya nurani yang benar lagi sehat tidak dapat diraih dengan pendidikan yang tinggi, kekuasaan yang besar, dan harta yang banyak. Karena pendidikan yang tinggi tidak menjamin seseorang memiliki hati yang suci. Bahkan bisa jadi orang yang memiliki jabatan tinggi dan harta yang melimpah, tapi nuraninya rusak dan kotor sehingga melakukan korupsi, selalu bermaksiat, dan melakukan berbagai bentuk perbuatan zalim. Begitu pula nurani yang sehat tidak bisa dicapai dengan kemiskinan, penderitaan, dan ketertindasan. Nurani yang sehat pada dasarnya hanya dapat diraih dengan keimanan kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
…..barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. At-Tagabun [64]: 11).


Untuk menjaga fitrah agar tetap suci dapat dilakukan dengan mengisi hati (qalb) dengan hikmah yang dapat mempertebal keimanan kepada Allah dan mengisi akal pikiran dengan pengetahuan mengenai akidah yang benar lagi suci atau jauh dari syirik.Allah SWT berfirman:Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (Q.S. Az Zumar [39]:2)

Fitrah yang suci dapat memunculkan hati yang tentram dan penuh kedamaian, bukan hati yang selalu was-was dan penuh keraguan. Oleh kerena itu, kesucian fitrah dapat dijaga dengan senantiasa mengingat Allah.Allah SWT berfirman:Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Q.S. Ar-Rad [13]: 28)

Menjaga fitrah dapat pula dilakukan dengan mengerjakan shalat. Karena shalat pada dasarnya dapat memunculkan cahaya sebagai penerang bagi hati, sehingga hati menjadi mampu mengenali kebaikan dan keburukan, bahkan juga mampu mengetahui kebenaran dan kesalahan. Allah SWT berfirman:“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah lain).” (Q.S,AlAnkabut : 45). 
Sering membaca al-Qur’an dan mentadaburi maknanya, juga merupakan suatu amalan yang dapat menjaga fitrah tetap berada dalam kesuciannya. Karena bila ayat-ayat Al-quran telah masuk ke dalam hati seorang Muslim, maka itu bisa menjadi penerangnya; memancarkan hikmah dan ketentraman di dalam hati.Rasulullah Saw bersabada:Bacalah Al-Qur’an, kerena sesungguhnya dia (al-Qur’an) adalah cahaya bagimu di bumi dan simpanan bagimu dilangit.(Riwayat Ibnu Hibban)


Tidak ada komentar: