Oleh: Ari Ariyandi
Gunawan
Mewarisi kemerdekaan
bukan berarti rakyat harus berpoya-poya, hura-hura, bersuka cita, apatis, serta
diam dalam kedamaian sementara kekuasaan negara di kelola secara zalim.
Mewarisi kemerdekaan bagi para pemimpin di negeri ini, bagi para pejabat
pemerintah, juga bukan berarti menggunakan otoritas dan kewenangannya secara sembarangan
dan seenak hawa nafsunya. Mewarisi kemerdekaan bagi para tentara di negeri ini
bukan berarti diam tanpa mengangkat senjata terhadap ancaman penjajahan dari
negara lain. Dalam rangka mewarisi kemerdekaan Indonesia, antara aparatur pemerintah
dan rakyat harus bergotong royong, kerja sama, bahu membahu, meneruskan
perjuangan kemerdekaan Indonesia.
72 tahun Indonesia merdeka,
semestinya Indonesia telah menjadi bangsa yang besar. Namun karena kita terlalu
terlena mewarisi kemerdekaan hanya dengan suka cita, hura-hura, tidak terlalu
peduli terhadap peradaban, tidak terlalu peduli dengan masa depan bangsa, maka Indonesia
masih jauh dari kemandirian. Padahal bangsa yang besar harus punya kemandirian.
Karena dengan kemandirian itu, akan lebih menguatkan karakter bangsa. Bagaimana mungkin bangsa kita ini mampu
bersaing dengan bangsa lain bila tidak punya karakter yang kuat.
loading...
Bangsa Indonesia akan mampu
membangun karakter yang kuat dan negara yang kokoh, bila telah mencapai
kemerdekaan yang hakiki. Adapun kemerdekaan yang hakiki itu dapat tercapai
dengan terpenuhinya hak-hak dasar manusia, yang dengan itu derajat
kemanusiaannya terangkat dan kehormatan manusia terjaga. Dengan kata lain, kemerdekaan
yang hakiki tersebut dapat tercapai bila seluruh elemen bangsa mampu memelihara
Agama, jiwa, akal, harta, keturunan.
Bangsa yang belum
merdeka adalah bangsa yang negaranya tidak mampu memelihara Agama. Negara
tersebut mengabaikan kemusyrikan, pemurtadan, dan aliran sesat. Negara yang
terlalu lemah dalam menegakan hukum terhadap penista Agama. Suatu negara yang sangat
marak terjadi penistaan Agama dan ulama.
Bangsa yang belum
merdeka adalah bangsa yang negaranya tidak mampu memelihara jiwa warga
negaranya. Negara tersebut lemah dalam
penegakan hukum. Negara tersebut tidak peduli
terhadap kesehatan warga negaranya. Nagera tersebut sangat lemah dalam menjaga kemanan
dan ketertiban warganya. Negara tersebut tidak mampu memelihara persatuan dan kesatuan
bangsa.
Bangsa yang belum
merdeka adalah bangsa yang negaranya tidak mampu memelihara akal. Semakin banyak
pengguna narkoba di suatu negara, maka semakin lemah negara tersebut dalam
memelihara akal rakyatnya. Merebaknya narkoba, minuman keras, pornografi, ramainya
tempat-tempat hiburan yang tidak pantas bagi manusia, sistem pendidikan yang rusak,
itu semua merupakan representasi lemahnya negara terhadap pemeliharaan akal
rakyatnya.
Bangsa yang belum
merdeka adalah bangsa yang negaranya tidak mampu menjaga harta. Negara yang
tidak mampu menjaga harta rakyatnya adalah negara yang banyak hutangnya ke
negara lain. Negera itu juga tidak pandai mendistribusikan pajaknya secara benar
dan tepat sasaran. Negara yang culas dalam berekonomi, yang seringkali
memonopoli. Di negara tersebut korupsi merajalela, riba juga sangat merebak, dan
mengabaikan perjudian. Negara yang lemah dalam menjaga lingkungan hidup juga merupakan
negara yang tidak mampu menjaga harta.
Bangsa yang belum
merdeka adalah bangsa yang negaranya tidak mampu menjaga keturunan. Negara yang
tidak mampu menjaga keturunan adalah negara yang lemah dalam membangun generasi
yang baik. Negara yang moralitas rakyatnya rendah.Negara yang mengabaikan maraknya
perzinahan dan membiarkan perkembangan LGBT. Kerusakan sosial adalah
representasi lemahnya negara dalam menjaga keturunan.
Bila semua keadaan tersebut
terjadi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini,
maka memperbaikinya sama dengan meneruskan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Demikian pula, sebaik-baiknya mewarisi kemerdekaan adalah meneruskan perjuangan
kemerdekaan Indonesia.

Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.