INTEGRITAS LAKI-LAKI MUSLIM


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Maidah : 8)

Islam tidak menganjurkan balas dendam. Tapi, setiap muslim wajib menegakan kebenaran dan mewujudkan keadilan. Bila kita balas dendam kepada orang yang kita musuhi, maka yang akan terwujud hanyalah ketidakadilan. Sebaliknya, bila kita menegakan kebenaran kepada orang yang salah atau orang yang berbuat zalim, maka niscaya akan terwujud keadilan.

Begitulah integritas untuk keadilan. Seorang muslim, wajib jujur kepada siapapun dan loyal terhadap kebenaran, adil dalam menghukum ataupun dalam menakar timbangan. Jangan hanya kita menganggap orang lain tidak ikut pengajian atau beda fikrah, banyak hak-haknya ditawan, adapula yang malah haknya dimakan. Lebih parah lagi, jangan pula hanya karena beda wilayah, banyak hak orang lain ditawan, bahkan haknya sering dimakan.
Sesungguhnya, sikap integritas itu, sejalan dengan sikap kesatria. Wibawa seorang laki-laki kesatria, ada dalam integritasnya, bukan sekedar pada penampilan luarnya. Berwibawa bagi seorang laki-laki muslim merupakan suatu kewajibannya.
Jangan takut miskin bila kita benar. Allah menjamin rezeki orang-orang yang benar. Allah pasti bersama orang-orang yang benar.  

Bila kita loyal terhadap kebenaran, maka penghidupan kita dari kebenaran itu juga. Kita hidup dari hasil perlawanan terhadap kebatilan, menegakan kebenaran, atau kita hidup karena orang-orang banyak yang percaya kepada kita dalam kebenaran. Dan masih banyak cara lain untuk mencari penghidupan dari jalan yang benar.

Penghidupan dari jalan yang benar niscaya akan menghasilkan harta yang halal. Cukuplah harta yang halal untukku, silakan yang haram untuk kalian. Biar aku makan kambing, kalian makan babi. Bagitulah berprinsip kebenaran dihadapan kebatilan.  

Seorang laki-laki muslim harus tahan ujian keimanan. Tidak mudah menyerah dalam mencari penghidupan dari jalan yang benar. Tangguh dalam mencari rezeki yang halal. Ingatlah bahwa keberkahan itu ada dalam harta yang halal.

Bila kita ingin kehidupan berkah, kita sayang pada diri sendiri, sayang kepada istri, sayang kepada anak, sayang keluarga, sayang umat islam, sayang peradaban islam, maka biasakanlah kita mencari rezeki dari jalan yang benar.

Bekerja secara profesional dan proporsional merupakan representasi keadilan, itu juga sama dengan mencari rezeki dengan jalan yang benar. Seorang laki-laki muslim wajib berupaya sekuat kemampuan untuk berlaku adil.

Karakter khas laki-laki itu selalu berpikiran rasional dan kuat tenaganya. Karena itulah laki-laki wajib bekerja. Laki-laki wajib mencari nafkah. Laki-laki wajib mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk mencari rezeki yang halal.

Bila kita tidak rasional, bekerja secara zalim, sering makan harta orang lain secara zalim, malas bekerja  seperti orang yang tidak kuat tenaganya, maka itulah lemahnya laki-laki, yang belum pantas disebut sebagai laki-laki muslim sejati.[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar