Oleh: Ari Ariyandi Gunawan
2.Kolom
Kolom
adalah karya tulis jurnalistik yang bersifat personal. Maksudnya, sebuah kolom
biasanya dilihat dari siapa yang menulisnya. Sehingga nama penulisnya memiliki
daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Kolom itu juga biasanya memiliki
pengaruh yang besar bagi pembaca karena ditulis oleh orang yang kompeten dalam bidangnya,
menguasai masalah tersebut sekaligus indah dalam menyampaikan gagasannya.
Begitu pula kolom ini termasuk jenis tulisan opini yang istimewa, mempunyai keunggulan
orisinalitas penulis secara otonom, kreatif menyangkut
judul dan isi, membangkitkan daya tarik dan kesegaran pada pembaca.
3.
Editorial (Tajuk Rencana)
Ediorial
atau sering pula disebut tajuk rencana merupakan karya jumalistik yang memuat
opini resmi dari suatu redaksi media massa. Opini resmi itu biasanya merupakan
suatu sikap atau keberpihakan media massa dalam persoalan tertentu yang tengah
menjadi perhatian publik atau suatu peristiwa yang sangat penting.
Sehingga
ideologi suatu media massa dapat tercermin dari editoriahiya. Editorial ini
biasanya dibuat oleh kalangan intemal redaksi media massa yang bersangkutan,
biasanya oleh redaktur pelaksana, kadang oleh pemimpin redaksi, wakil pimpinan
redaksi, bisa pula wartawan senior yang berpengalaman mengulas sebuah kej
adian.
Sebetulnya
terdapat banyak sekali bentuk-bentuk karya jumalistik, baik dalam media massa
cetak maupun elektronik. Namun beberapa bentuk karya jurnalistik yang sudah
dijelaskan diatas nampaknya cukup memberikan gambaran mengenai karya
jumalistik. Pada dasamya, semua bentuk-bentuk karya jumalistik dapat dibuatkan
menjadi karya jumalistik lslami, selama isinya sejalan dengan ideologi Islam.
Karena
itu, semua bentuk karya jumalistik boleh saja diterapkan dalam media massa
cetak maupun elektronik, selama isinya sejalan dengan ideologi Islam atau tidak
menyimpang dari syariat Islam. Karya jumalistik "Islami adalah hasil
pemikiran (akal) manusia yang terpengaruh oleh wahyu. Maksudnya, suatu
informasi faktual yang tersaji dalam bentuk berita adalah hasil pemikiran
manusia, dapat dikatakan telah terpengaruh oleh wahyu bila memihak kepada
ideologi Islam. Karena dalam penulisan berita yang memihak kepada ideologi
Islam, tentunya
didasarkan
atas pertimbangan syar’i, yang bersumber dari wahyu; Al-Qur’an dan As-Sunnah
(Hadits).
Meskipun
dalam hal ini, secara bentuk lahiriahnya bisa jadi berita tersebut tidaklah
mencantumkan ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits, namun dominasi makna dalam isi
berita
tersebut sejalan dengan ideologi Islam.
Karya
jumalistik Islami dapat pula dimaknai sebagai hasil campuran pemikiran (akal)
manusia dengan wahyu. Misalnya, karya jurnalistik Islami ini berbentuk artikel,
yang dalam isinya terdapat informasi faktual dari suatu peristiwa atau
persoalan tertentu dan terdapat pula ayat-ayat al-Qur’an maupun hadits yang
digunakan sebagai dalil untuk memberikan solusi atau memperkuat argumentasi
terhadap suatu pendapat.
Sehingga
berdasarkan keterangan tersebut, perlu dipahami bahwa paradigma jurnalistik
Islami tidak dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk menghasilkan ayat-ayat
Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan merupakan suatu kesesatan bila menyamakan
Al-Qur’an dan hadits sebagai karya jurnalistik Islami. Karena Al-Qur’an dan hadits
tidaklah tercampuri oleh pemikiran manusia. Al-Qur’an dan hadits adalah sumber
utama ajaran Islam yang mumi merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT,
sebagaimana firman-Nya:
“..Dan
ingatlah nikmat Allah padamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu,
yaitu Al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah) (QS al-Baqarah [2]: 231).
Firman-Nya
lagi:
Dan
ini (Al-Qur ’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi;
membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya...(Q.S. AL-Anam [6]: 92).
Insya
Allah Bersambung…
Artikel
Terkait: Jurnalistik Islami

Tidak ada komentar:
Posting Komentar