Paradigma Jurnalistik Islami (Bagian 7)


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

2.Kolom

Kolom adalah karya tulis jurnalistik yang bersifat personal. Maksudnya, sebuah kolom biasanya dilihat dari siapa yang menulisnya. Sehingga nama penulisnya memiliki daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Kolom itu juga biasanya memiliki pengaruh yang besar bagi pembaca karena ditulis oleh orang yang kompeten dalam bidangnya, menguasai masalah tersebut sekaligus indah dalam menyampaikan gagasannya. Begitu pula kolom ini termasuk jenis tulisan opini yang istimewa, mempunyai keunggulan orisinalitas penulis secara otonom, kreatif menyangkut judul dan isi, membangkitkan daya tarik dan kesegaran pada pembaca.


3. Editorial (Tajuk Rencana)
Ediorial atau sering pula disebut tajuk rencana merupakan karya jumalistik yang memuat opini resmi dari suatu redaksi media massa. Opini resmi itu biasanya merupakan suatu sikap atau keberpihakan media massa dalam persoalan tertentu yang tengah menjadi perhatian publik atau suatu peristiwa yang sangat penting.
Sehingga ideologi suatu media massa dapat tercermin dari editoriahiya. Editorial ini biasanya dibuat oleh kalangan intemal redaksi media massa yang bersangkutan, biasanya oleh redaktur pelaksana, kadang oleh pemimpin redaksi, wakil pimpinan redaksi, bisa pula wartawan senior yang berpengalaman mengulas sebuah kej adian.


Sebetulnya terdapat banyak sekali bentuk-bentuk karya jumalistik, baik dalam media massa cetak maupun elektronik. Namun beberapa bentuk karya jurnalistik yang sudah dijelaskan diatas nampaknya cukup memberikan gambaran mengenai karya jumalistik. Pada dasamya, semua bentuk-bentuk karya jumalistik dapat dibuatkan menjadi karya jumalistik lslami, selama isinya sejalan dengan ideologi Islam.
Karena itu, semua bentuk karya jumalistik boleh saja diterapkan dalam media massa cetak maupun elektronik, selama isinya sejalan dengan ideologi Islam atau tidak menyimpang dari syariat Islam. Karya jumalistik "Islami adalah hasil pemikiran (akal) manusia yang terpengaruh oleh wahyu. Maksudnya, suatu informasi faktual yang tersaji dalam bentuk berita adalah hasil pemikiran manusia, dapat dikatakan telah terpengaruh oleh wahyu bila memihak kepada ideologi Islam. Karena dalam penulisan berita yang memihak kepada ideologi Islam, tentunya
didasarkan atas pertimbangan syar’i, yang bersumber dari wahyu; Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits).
Meskipun dalam hal ini, secara bentuk lahiriahnya bisa jadi berita tersebut tidaklah mencantumkan ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits, namun dominasi makna dalam isi
berita tersebut sejalan dengan ideologi Islam.

Karya jumalistik Islami dapat pula dimaknai sebagai hasil campuran pemikiran (akal) manusia dengan wahyu. Misalnya, karya jurnalistik Islami ini berbentuk artikel, yang dalam isinya terdapat informasi faktual dari suatu peristiwa atau persoalan tertentu dan terdapat pula ayat-ayat al-Qur’an maupun hadits yang digunakan sebagai dalil untuk memberikan solusi atau memperkuat argumentasi terhadap suatu pendapat.
Sehingga berdasarkan keterangan tersebut, perlu dipahami bahwa paradigma jurnalistik Islami tidak dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk menghasilkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan merupakan suatu kesesatan bila menyamakan Al-Qur’an dan hadits sebagai karya jurnalistik Islami. Karena Al-Qur’an dan hadits tidaklah tercampuri oleh pemikiran manusia. Al-Qur’an dan hadits adalah sumber utama ajaran Islam yang mumi merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“..Dan ingatlah nikmat Allah padamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah)  (QS al-Baqarah [2]: 231).
Firman-Nya lagi:
Dan ini (Al-Qur ’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya...(Q.S. AL-Anam [6]: 92).

Insya Allah Bersambung…

Artikel Terkait: Jurnalistik Islami


Tidak ada komentar:

Posting Komentar