Bila kita hanya
meyakini bahwa kehidupan ini hanya ada di dunia ini saja, maka kehidupan kita akan
tidak tenang. Kita hanya akan disibukan dengan urusan dunia saja, tidak ada
harapan lain selain untuk kebahagiaan di dunia ini saja, maka untuk mencapai tujuan
apapun atau semua potensi kebahagiaan yang ada di dunia ini, pastinya dilakukan
dengan segala cara, yang penting tercapai, cukup hanya untuk di dunia ini saja.
Bila kita hanya meyakini
bahwa kehidupan hanya ada didunia ini saja, maka kita pasti akan mudah lelah
ketika menghadapi masalah, tidak tenang karena mengejar dunia yang fana, selalu
gelisah dengan suatu harapan yang belum tercapai, mudah iri hati melihat
kemajuan orang lain, memaksakan diri untuk memenuhi kemewahan dunia padahal
bukan kebutuhan yang sangat penting, terbiasa menanam fitnah dan tipu daya, tujuan
hidup menjadi tidak jelas, bahkan hanya untuk memenuhi hawa nafsu.
Sebaliknya, bila kita
beramal dengan meyakini adanya kehidupan akhirat, kita akan dapat bekerja semaksimal
kemampuan, berkarya secara optimal, dan tenang ketika belum mendapatkan hasil. Karena
semuanya dalam rangka beribadah kepada Allah. Agar menjadi manusia yang betul-betul
bernilai guna bagi manusia yang lain. Kehadirannya mampu menjadi solusi atas
permasalahan orang lain, bahkan bisa menguji orang lain dengan harta dan
hak-haknya.
Bila kita merasa ada
yang belum terbalaskan atau mendapatkan hasil dari pekerjaan, perjuangan, dan
dedikasi kita didunia ini, dan kita meyakini akan adanya kehidupan di akhirat,
maka itu akan menjadi bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. Sedangkan bila
kita ingin pekerjaan kita dibalas secara sempurna di dunia ini saja, dan kita
hanya meyakini bahwa kehidupan ini di dunia ini saja, maka Allah akan
membalasnya sepenuhnya, dan tidak akan dirugikan sedikitpun, tapi tidak akan mendapatkan
bekal apa-apa di akhirat nanti, malah mendapatkan kesengsaraan di neraka.
Allah SWT berfirman:
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan
sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang
tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana
apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS,Hûd/11:15-16)
Nilai kerja berbeda dengan nilai keuntungan kerja atau bonus yang
biasanya datang dari reputasi,
kehormatan, prestasi, dan nama baik selama bekerja. Itu akan diberikan di dunia
ini kepada orang-orang yang berorientasi kepada kehidupan akhirat. Sedangkan
bagi orang-orang yang hanya meyakini adanya kehidupan dunia ini saja, mereka
mendapatkan pula, tapi tidak akan mendapatkan apa-apa diakhirat nanti.
Allah SWT
berfirman:
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami
tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di
dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia
tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (Q.S. Asy-Syûrâ/42:20)
kehidupan akhirat adalah, kehidupan akhirat lebih baik, kehidupan akhirat bersifat, kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia maka sikap kita terhadap orang miskin adalah, kehidupan akhirat lebih kekal, kehidupan akhirat menurut islam, kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia, kehidupan akhirat abadi, kehidupan alam akhirat, kehidupan akhirat dalam al quran, kehidupan akhirat lebih baik dari dunia, kehidupan akhirat itu berat, bekal kehidupan akhirat, bagaimana kehidupan akhirat nanti, bukti kehidupan akhirat, cerita kehidupan akhirat, kehidupan di akhirat menurut islam, gambaran kehidupan akhirat menurut al quran, kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang, hakikat kehidupan akhirat, kehidupan penghuni surga diakhirat nanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar