Tenang dan Yakinlah..Karena Akhirat itu Ada


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

Bila kita hanya meyakini bahwa kehidupan ini hanya ada di dunia ini saja, maka kehidupan kita akan tidak tenang. Kita hanya akan disibukan dengan urusan dunia saja, tidak ada harapan lain selain untuk kebahagiaan di dunia ini saja, maka untuk mencapai tujuan apapun atau semua potensi kebahagiaan yang ada di dunia ini, pastinya dilakukan dengan segala cara, yang penting tercapai,  cukup hanya untuk di dunia ini saja.

Bila kita hanya meyakini bahwa kehidupan hanya ada didunia ini saja, maka kita pasti akan mudah lelah ketika menghadapi masalah, tidak tenang karena mengejar dunia yang fana, selalu gelisah dengan suatu harapan yang belum tercapai, mudah iri hati melihat kemajuan orang lain, memaksakan diri untuk memenuhi kemewahan dunia padahal bukan kebutuhan yang sangat penting, terbiasa menanam fitnah dan tipu daya, tujuan hidup menjadi tidak jelas, bahkan hanya untuk memenuhi hawa nafsu.



Sebaliknya, bila kita beramal dengan meyakini adanya kehidupan akhirat, kita akan dapat bekerja semaksimal kemampuan, berkarya secara optimal, dan tenang ketika belum mendapatkan hasil. Karena semuanya dalam rangka beribadah kepada Allah. Agar menjadi manusia yang betul-betul bernilai guna bagi manusia yang lain. Kehadirannya mampu menjadi solusi atas permasalahan orang lain, bahkan bisa menguji orang lain dengan harta dan hak-haknya.

Bila kita merasa ada yang belum terbalaskan atau mendapatkan hasil dari pekerjaan, perjuangan, dan dedikasi kita didunia ini, dan kita meyakini akan adanya kehidupan di akhirat, maka itu akan menjadi bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. Sedangkan bila kita ingin pekerjaan kita dibalas secara sempurna di dunia ini saja, dan kita hanya meyakini bahwa kehidupan ini di dunia ini saja, maka Allah akan membalasnya sepenuhnya, dan tidak akan dirugikan sedikitpun, tapi tidak akan mendapatkan bekal apa-apa di akhirat nanti, malah mendapatkan kesengsaraan di neraka.

Allah SWT berfirman:
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS,Hûd/11:15-16)

Nilai kerja berbeda dengan nilai keuntungan kerja atau bonus yang biasanya datang  dari reputasi, kehormatan, prestasi, dan nama baik selama bekerja. Itu akan diberikan di dunia ini kepada orang-orang yang berorientasi kepada kehidupan akhirat. Sedangkan bagi orang-orang yang hanya meyakini adanya kehidupan dunia ini saja, mereka mendapatkan pula, tapi tidak akan mendapatkan apa-apa diakhirat nanti.

Allah SWT berfirman:
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (Q.S. Asy-Syûrâ/42:20)
kehidupan akhirat adalahkehidupan akhirat lebih baikkehidupan akhirat bersifatkehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia maka sikap kita terhadap orang miskin adalahkehidupan akhirat lebih kekal, kehidupan akhirat menurut islamkehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan duniakehidupan akhirat abadi, kehidupan alam akhirat, kehidupan akhirat dalam al qurankehidupan akhirat lebih baik dari duniakehidupan akhirat itu berat, bekal kehidupan akhiratbagaimana kehidupan akhirat nantibukti kehidupan akhirat, cerita kehidupan akhiratkehidupan di akhirat menurut islam, gambaran kehidupan akhirat menurut al qurankehidupan dunia dan akhirat harus seimbanghakikat kehidupan akhiratkehidupan penghuni surga diakhirat nanti


Tidak ada komentar:

Posting Komentar