Kebiasaan Menahan Hak dapat Menyebabkan Resesi Ekonomi

Oleh : Ari Ariyandi Gunawan 

Seorang pedagang menahan hak seorang pembeli, maka kebutuhan Si Pembeli tidak dapat terpenuhi. Akibatnya, pasti Si Pembeli tidak mau  lagi membeli atau Si Pembeli  mengurangi pembelanjaannya.

Seorang pengusaha menahan hak karyawannya, maka kebutuhan karyawannya tidak dapat terpenuhi. Akibatnya, karyawan tersebut tidak  mau bekerja lagi atau mengurangi kualitas kerjanya, dan mengurangi daya belinya.

Dari contoh  sederhana itu, dengan logika alamiah saja dapat dipahami bahwa kebiasaan menahan hak dapat menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi.  Sehingga kebiasaan menahan hak orang lain itu dapat dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya resesi.

Begitu juga bantuan dana dari pemerintah kepada masyarakat, ketika  ditahan oleh orang-orang yang tidak berhak untuk mendapatkannya, maka akan terjadi penurunan produktivitas masyarakat,  rendahnya pedagangan, dan menurunnya daya beli. Semakin jelas bahwa kebiasaan menahan hak itu dapat menyebabkan terjadinya resesi.

Rasulullah Saw melarang keras kegiatan menahan hak orang lain. Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah Saw bersabda “Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih). 

Itu artinya, ketika mempekerjakan Si Pekerja  dan pekerjaannya itu telah selesai dikerjakan,  maka wajib hukumnya untuk segera memberikan upah/gaji kepada Si Pekerja tersebut, tidak boleh sedikitpun ditahan haknya atau dipotong, seluruhnya harus ditunaikan.  

Kebiasaan menahan hak-hak orang lain merupakan kegiatan mempersulit orang lain. Karena menahan hak-hak orang lain termasuk kegiatan mempersulit jalannya rezeki orang lain. Begitu juga pada hakikatnya, kebiasaan menahan hak-hak orang lain itu dapat berakibat  mempersulit orang yang melakukannya  dan orang yang ditahan hak-haknya. Karena itula h Rasulullah SAW pernah berdo’a, “Ya Allah, barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya.” (HR Muslim).

Karena itulah, salah satu solusi resesi ekonomi, yang bisa dilakukan dari individu ke individu dengan bermuatan motif moral, dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan menahan hak-hak orang lain menjadi kebiasaaan mempermudah urusan orang lain.  

Dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesusahan duniawi seorang Muslim, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar