Ustad Arif
Taufiqurahman,Lc menyampaikan ceramah
dalam sebuah kajian di sekretariat Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kabupaten Sukabumi, Karang tengah-Cibadak, 23 Juni 2012. Dalam Kajian
tersebut, dia menjelaskan
tentang bagaimana melawan setan. Menurutnya, terdapat beberapa hal penting yang
perlu dilakukan untuk melawan setan.
Pertama, perlu perjuangan setiap waktu untuk melawan setan. Karena setan itu menggodanya setiap waktu dan setiap saat, dari berbagai sisi, dari depan tidak berhasil dari belakang, dari samping kanan tidak berhasil dari samping kiri, dari atas tidak berhasil dari bawah, semua penjuru akan dilakukan setan dalam rangka menggoda manusia, sehingga menjadi pengikutnya.
Pertama, perlu perjuangan setiap waktu untuk melawan setan. Karena setan itu menggodanya setiap waktu dan setiap saat, dari berbagai sisi, dari depan tidak berhasil dari belakang, dari samping kanan tidak berhasil dari samping kiri, dari atas tidak berhasil dari bawah, semua penjuru akan dilakukan setan dalam rangka menggoda manusia, sehingga menjadi pengikutnya.
Kedua,
waspada
terhadap langkah-langkah setan. Karena setan menggodanya tidak secara langsung.
Setan punya langkah demi langkah, sedikit demi sedikit, mungkin tidak terasa. Setan
tidak secara langsung mengajak orang beriman kepada kekafiran.
Ketiga, menjauhi perbuatan
syirik. Prioritas pertama yang ditargetkan oleh setan adalah menjadikan orang
itu kafir. Bagaimana seseorang itu bisa menjadi kafir, yaitu dengan perbuatan
syirik kepada Allah SWT. Seperti perbuatan memberi sesajen kepada laut,
menganggap laut itu punya kekuatan, kepada kubur-kuburan atau makam. Memiliki
jimat, sehingga tawakal seseorang itu bukan kepada Allah, melainkan kepada
jimat, kepada tulisan, kepada keris, kepada benda-benda pusaka.
Keempat, tidak
melakukan perbuatan bid’ah. Karena bila
setan tidak berhasil mengajak manusia pada perbuatan syirik, setan tidak putus asa, ada langkah
selanjutnya, yaitu mengajak pada perbuatan bid’ah. Bid’ah artinya menciptakan
hal yang baru di dalam Agama, yang tidak ada bagian apapun dari Agama. Jadi
memasukan sesuatu hal yang baru dalam Agama Islam, yang bukan syariat, kemudian
menganggap hal baru itu sebagai ibadah, itulah bid’ah.
Kelima,
menjauhi
perbuatan dosa-dosa besar. Upaya melawan
setan juga dapat dilakukan dengan menjauhi perbuatan dosa-dosa besar seperti
syirik, zina, membunuh tidak berdasarkan syariat, menuduh perempuan baik-baik
melakukan perbuatan zina, lari dari medan perang karena takut mati bukan
sebagai upaya strategi, dan berbagai macam dosa besar lainnya.
Keenam, menghindari
perbuatan dosa-dosa kecil. Setelah setan tidak bisa mengajak pada perbuatan
dosa besar, ia akan menggiring manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Maka, upaya
melawan setan juga dapat dilakukan dengan menghindari dosa-dosa kecil.
Ketujuh,
tidak
disibukan dengan hal-hal yang mubah. Itu termasuk cara melawan setan juga. Terlalu
menyibukan diri dengan hal-hal mubah, bisa melupakan amalan wajib atau sunnah. Kegiatan seperti beleha-leha, santai-santai, memancing
menghabiskan waktu, itu merupakan suatu perangkap setan, agar kita sibuk dengan
hal-hal yang bukan utama, sehingga melupakan hal-hal yang utama.
(Penulis: Ari Ariyandi Gunawan)
(Penulis: Ari Ariyandi Gunawan)
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.