Oleh Ari Ariyandi Gunawan
Kesadaran politik
rakyat merupakan sesuatu hal yang sangat mendasar, yang dapat berpengaruh
terhadap terwujudnya kemajuan suatu bangsa dan negara. Karena tanpa kesadaran
politik, rakyat bisa saja menjadi tidak memiliki kepercayaan terhadap
eksistensi kepemimpinan dalam negara, bahkan terhadap sistem yang berlaku.
Sehingga bila semua unsur politik yang ada di negara kita ini mulai mengabaikan
kesadaran politik rakyat dalam arti tidak melakukan pendidikan politik, maka
tentu akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apabila partisipasi
politik rakyat yang bersifat sukarela telah berubah menjadi transaksi
politik, tidak ada berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan melainkan sekedar
barter kepentingan saja, maka itulah suatu indikasi yang mengungkapkan
rendahnya kesadaran politik rakyat. Itu tentu bukanlah suatu kondisi yang baik
bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun ulah para politisi dan parpol
yang hanya berorientasi kekuasaan, sering kali mengaburkan bahaya itu hingga
seolah-olah sedang tidak ada masalah.
Sebagai konsekswensi
dari rendahnya kesadaran politik rakyat, maka tidaklah perlu ada istilah
koalisi dengan rakyat. Yang belum tentu terwujud secara benar, amanah, dan
memiliki maslahat yang besar dalam kondisi kesadaran politik rakyat yang masih
sangat rendah. Karena itu, prioritas utama yang seharusnya dipenuhi adalah
pendidikan politik. Dan semua unsur politik yang ada harus selalu mendorong
pemerintah supaya bekerja keras mengatur dan melayani urusan rakyat secara
profesional dan proporsional.
Begitu pula tidaklah
layak mengklaim rakyat sudah cerdas, bila rakyat masih banyak yang cenderung
memilih pemimpinnya berdasarkan popularitas saja. Padahal sesunguhnya, politik
selebritis dan keartisan sebagai instrument politik, tidak terlalu bermanfaat
dalam mengatur urusan rakyat. Dan tidak pantas pula sebuah parpol atau tokoh
politik tertentu mengklaim ingin melakukan perubahan bila mengabaikan
pendidikan politik. Karena tentu saja, tidaklah akan ada perubahan yang berarti
tanpa didasari kesadaran politik rakyat.
Sesungguhnya semua
unsur politik yang ada yang terkait dengan pemerintah, tugasnya tidak akan
terlalu berat bila rakyat memiliki kesadaran politik yang tinggi. Namun faktor
kekuasaan dan nafsu berkuasa biasanya lebih dominan melandasi unsur politik
yang ada, sehingga mengabaikan bagaimana membangun kesadaran politik rakyat.
Padahal ada banyak kebaikan yang dapat diperoleh sebagai akibat dari tingginya
kesadaran politik rakyat.
Pertama, rakyat menjadi tidak
apatis. Rakyat selalu berupaya untuk terlibat dalam memperhatikan persoalan
bangsa dan negara di berbagai aspek kehidupan. Jika rakyat sudah
peduli dengan persoalan bangsa dan negara ini, maka tentu akan semakin
ringanlah kerja pemerintah dalam mengatasi persoalan bangsa dan negara ini di
segala aspek kehidupannya. Begitu pula kepemimpinan tidak akan cenderung kepada
kezaliman. Karena rakyat akan senantiasa melakukan kritik atau koreksi untuk
meluruskan kepemimpinan.
Kedua, rakyat memiliki
partisipasi yang tinggi terhadap partai atau gerakan politik. Karena menyadari
bahwa pilihan politiknya sebagai kebenaran yang pantas didukung, bahkan dibela.
Dari sinilah, segala bentuk politik uang akan tersingkirkan. Rakyat tidak akan
bisa disuap oleh penguasa. Justru rakyat akan berupaya dengan semampunya,
secara sukarela berkontribusi terhadap parpol atau gerakan politik pilihannya.
Ketiga, rakyat
memiliki loyalitas terhadap ideologi yang diterapkan negara. Kalau rakyat sudah
loyal terhadap ideologi yang telah terwujud dalam suatu sistem yang diterapkan
negara, maka niscaya akan terjadi stabilitas dalam kehidupan bermasyarakat,
kemudian ke berbagai aspek kehidupan lainnya. Sistem sebaik apapun, bila tidak
ada loyalitas dari rakyat terhadap ideologi niscaya tidak akan mencapai
stabilitas.
Rakyat yang loyal
terhadap ideologi negara, niscaya akan rela berkorban untuk mencapai kemajuan
peradaban bangsa dan negara. Dari sinilah hakikatnya, dasar kecintaan terhadap
bangsa dan Negara. Keperluannya kemudian, ideologi apa yang mampu memberikan
solusi terhadap seluruh aspek kehidupan ini, maka ideologi itulah yang pantas
diterapkan oleh negara.
Keempat, tidak sembarangan
memilih pemimpin. Pemimpin yang baik dalam presfektif rakyat yang memiliki
kesadaran politik tentu akan menganggap bahwa pemimpin tersebut bukan sekedar
memiliki kedekatan dengan rakyat atau sering muncul di media massa, melainkan
mampu melakukan kerja-kerja kongkret dan nyata secara profesional dan
proporsional. Begitu pula bukan sekedar melihat seberapa banyak penghargaan
yang diraih seorang pemimpin, tapi seberapa besar pengaruhnya dalam melakukan
pembangunan dan perubahan-perubahan konstitusi menjadi lebih baik.
Rakyat yang sadar
politik tentu akan melihat calon pemimpin dari latar belakang parpol
pendukungnya. Rakyat akan sangat memperhatian visi dan misi
parpol, serta pengalaman merealisasikannya. Karena rakyat yang memiliki
kesadaran politik, tentunya akan lebih mengutamakan kedekatan ideologis.
* artikel ini selesai di tulis 15 Januari 2013