Sekolah Tanpa Rohis Tiada Kebenaran yang Terorganisir


“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi” (Ali ibn Abi Thalib)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pernah membuat pernyataan bernada curiga, ingin agar rohani Islam (rohis) di sekolah diawasi. Pernyataan tersebut membuat tokoh-tokoh umat Islam menanggapi. Salah satunya, Din Syamsuddin, mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menilai pernyataan Lukman Hakim Saifuddin tidak mendidik. (CnnIndonesia, 9 Juli 2017). 

Namun tak lama kemudian Lukman Hakim Saifuddin berkilah, bahwa pernyataannya tersebut bukan meminta diawasi dengan pengertian mencurigai. Menurutnya, hanya menyampaikan bahwa kepala sekolah harus bisa memberikan perhatian lebih kepada rohis. (Republika, 09 Juli 2017

Pertanyaannya  sekarang, betulkah rezim Jokowi sekarang ini memberikan perhatian yang lebih kepada Rohis di Sekolah?

5 Februari 2018, saya ke SMPN 1 CIAMBAR untuk betemu kepala Sekolah Lukmanul Hakim. Sesampainya di SMPN 1 CIAMBAR, kepala Sekolah tidak ada ditempat. Namun saya mendapatkan informasi bahwa  di SMPN 1 CIAMBAR,  semenjak 27 Juli 2017, bertepatan dengan dikeluarkannya saya dari sekolah tersebut, sudah tidak punya Rohis lagi. Sebelumnya, saya pernah membina Rohis bernama Rohis Al-furqan SMPN 1 CIAMBAR. “Rohis tidak ada yang melanjutkan, sekedar kajian yang ada di buku saja” ungkap Apip Syarifullah salah seorang guru di SMPN 1 CIAMBAR.

6 Februari 2018, saya ke SMPN 2 PARUNGKUDA untuk betemu kepala Sekolah Eni Yunita. Namun di sekolah tersebut, Kepala Sekolah juga tidak ada ditempat. Informasi yang saya peroleh dari Jumino salah seorang guru di  SMPN 2 PARUNGKUDA,  menyatakan bahwa sekolah belum pernah punya rohis, selama ini sekedar mendapatkan pembinaan dari guru PAI.

Tanpa Rohis di sekolah, seperti tanpa kebenaran yang terorganisir. Tanpa kebenaran yang terorganisir, kalaupun ada kebaikan di sekolah, pasti akan sulit berkembangnya.  Selain itu, kedisplinan di sekolah akan sulit diterapkan.Karena salah satu sumber motivasi yang dapat mengajak para peserta didik untuk berbuat kebaikan dan berprestasi adalah hadirnya rohis di sekolah.  Bahkan dunia sain tanpa motivasi religius yang terorganisir, hanya akan membentuk manusia-manusia liar tak tentu arah.

Penulis: Ari Ariyandi Gunawan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar