Tidak selayaknya media-media mainstream berbasis pengetahuan ilmiah dan
objektif itu memainkan rumor, gosif, atau desas-desus sekitar isu makar Aksi
Bela Islam pada 2 Desember 2016 mendatang. Seharusnya malu, media massa cetak
ataupun elektronik, terutama yang berskala nasional, sebagai salah satu wujud
institusi sosial yang resmi, dalam situasi dan kondisi bangsa yang sedang
banyak masalah ini, memainkan isu yang tidak resmi seperti gosip makar Aksi Bela Islam, “Sinetron Sangkapolri” dan “Sinetron
makan-makan di Istana”.
Media-media mainstream selayaknya menjadi sarana dialog publik yang
seimbang, supaya dapat mengundang kesadaran kalangan intelektual di negeri ini
terhadap persoalan bangsa terkini. Tidak perlu lagi mengangkat isu terorisme
yang biasanya cenderung menyudutkan Islam. Isu teroris yang bisa jadi membuat
perut kenyang ‘para siluman bertameng anti-teror’ melalui dana bantuan Asing
yang anti-Islam. Kalau isu makar dalam aksi bela Islam 212 karena ada isu
terorisme dijadikan sebagai pembenaran oleh aparat, itu tidak akan baik bagi
stabilitas nasional nantinya.
Maka dari itu, alangkah lebih baik, media-media mainstream mendukung Aksi
Bela Islam. Sebab, peradaban bangsa Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh
kehadiran Islam sekarang ini sepertinya sedang terancam. Tentunya, bangsa
Indonesia sekarang ini tidak ingin menjadi bangsa yang diam terhadap para penista
Agama, bangsa yang tidak ingin sombong dan suka berbohong, bangsa yang tidak
ingin merusak kesopanan, bangsa yang tidak ingin memelihara tradisi yang
merusak akal sehat dan belogika terbalik, bangsa yang tidak senang dengan
sekedar basa-basi dan terlalu merasa nyaman terhadap adanya kezaliman. Karena
itulah, adanya aksi bela islam merupakan suatu upaya mengangkat kebangsaan
Indonesia menjadi bermartabat.
Mari kita dukung Aksi Bela Islam, dengan do’a, dengan kata-kata, dengan harta, atau turun langsung ke lapangan.
ALLAHU AKBAR….
Mari kita dukung Aksi Bela Islam, dengan do’a, dengan kata-kata, dengan harta, atau turun langsung ke lapangan.
ALLAHU AKBAR….
Penulis: Ari Ariyandi Gunawan
Terbit, 30 November 2016
Media sosial: https://web.facebook.com/A.Ariyandigunawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar