Eksistensi
Aksi bela Islam telah memperjelas bahwa Indonesia tidak dapat
terpisahkan dari Islam. Indonesia tanpa Islam, seperti jasad tanpa ruh.
Indonesia tanpa Islam, seperti negara tanpa peradaban, ada tapi tidak
hidup. Indonesia tanpa Islam, punya nasionalisme, tapi tidak maju-maju.
Dengan aksi bela Islam, sejarah panjang hadirnya Islam di
tanah air, kini semakin jelas memperkokoh Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI), bukan sebagai penyebab disintegrasi bangsa sebagaimana
seringkali dituduhkan oleh kalangan nasionalis sekuler.
Eksistensi aksi bela Islam, bisa jadi membuat kaum kiri (komunis) gigit
jari. Mungkin misi ateisme mereka telah gagal, bukannya membuat
masyarakat menjadi dangkal dalam beragama atau meninggalkan Agama malah
semakin dalam beragama, seperti yang tidak ingin jauh dari
Agama.Revolusi mental mereka dalam ranah kultural telah gagal oleh
hadirnya aksi bela islam.
Eksistensi aksi bela Islam, bisa
membuat kalangan liberal kecewa berat, karena tidak bisa
menghalang-halangi massa aksi dengan pemikiran-pemikirannya. Basis massa
tradisional mereka sepertinya sudah muak dengan pemikiran
liberal.Tafsir mereka yang bebas sudah tidak pantas lagi dipercaya.
Tafsir literal yang mudah dan dapat diterima akal sehat jauh lebih
diminati umat Islam, dibandingkan tafsir kaum liberal yang sok kritis
dan sok pintar tapi tak bisa menghasilkan solusi apapun. Isu terorisme,
juga sudah ketinggalan zaman, umat Islam sudah sadar bahwa terorisme
bukan dari Islam.
Eksistensi aksi bela Islam, bisa membuat
kalangan sekuler mulai kelelahan dan takut sebentar lagi kehilangan
kekuasaanya yang zalim. Karena Aksi Bela Islam, merupakan representasi
kemenangan ideologi Islam secara kultural. Kini masyarakat muslim
Indonesia mulai memiliki kesadaran Islam bukan secara spritualitas saja,
tapi sudah memasuki fase kesadaran ideologis. Tinggal menunggu
kehadiran partai politik yang memiliki tekad yang kuat dan memiliki
barisan massa aktif yang sangat disiplin, persuasif kepada seluruh umat
Islam, kemudian bergerak dengan kekuatan penuh untuk meruntuhkan
sekularisme di Indonesia dan menggantikannya dengan Islam yang
berkeadilan. Amin
#Mediasosialislami
#EditorialAksiBelaIslam
Penulis: Ari Ariyandi Gunawan
Terbit 3 Desember 2016
Media sosial: https://web.facebook.com/A.Ariyandigunawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar