Oleh: Ari Ariyandi Gunawan
Banyak cara yang
dilakukan musuh-musuh Islam dalam merusak Islam dari dalam ataupun dari luar.
Salah satu cara merusak Islam dari dalam adalah menghilangkan bahasa Arab dari ajaran
Islam. Padahal, bahasa Arab sangat melekat dengan Islam. Bahasa Arab memiliki
sejarah yang eksistensinya sangat kuat dengan Islam di dunia ini. Bahkan tanpa
bahasa Arab, Islam tidak akan menjadi otentik lagi. Muncul ajaran menyimpang
seperti shalat menggunakan bahasa Indonesia, itu tentu merupakan ajaran yang
merusak keotentikan Islam.
Bila Islam tanpa
bahasa Arab, melainkan hanya menggunakan bahasa Indonesia, nanti dikira Islam itu
lokal yang hanya berlaku di wilayah Indonesia saja, Islam akan dianggap sebagai
Agama nenek moyang bangsa Indonesia, orang-orang Indonesia akan mempelajari Islam
tidak melalui sumber yang asli melainkan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Islam
tanpa bahasa Arab, secara tidak langsung telah menafikan eksistensi
Nabi Muhammad Saw sebagai
orang Arab, itu sama saja seperti kaum yahudi yang menolak kenabian Muhammad
Saw hanya karena orang Arab.
Percuma shalat,
kalau tidak menggunakan bahasa Arab. Karenanya dalam fiqih Islam, shalat akan
tetap sah menggunakan bahasa Arab (Al-Qur’an), walaupun tidak memahami arti
bacaannya. Sebagai Muslim, wajib menolak ajaran Shalat menggunakan bahasa
Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar