Bahaya Islam Tanpa Bahasa Arab (Bagian 1)


Oleh: Ari Ariyandi Gunawan 

Banyak cara yang dilakukan musuh-musuh Islam dalam merusak Islam dari dalam ataupun dari luar. Salah satu cara merusak Islam dari dalam adalah menghilangkan bahasa Arab dari ajaran Islam. Padahal, bahasa Arab sangat melekat dengan Islam. Bahasa Arab memiliki sejarah yang eksistensinya sangat kuat dengan Islam di dunia ini. Bahkan tanpa bahasa Arab, Islam tidak akan menjadi otentik lagi. Muncul ajaran menyimpang seperti shalat menggunakan bahasa Indonesia, itu tentu merupakan ajaran yang merusak keotentikan Islam.

Bila Islam tanpa bahasa Arab, melainkan hanya menggunakan bahasa Indonesia, nanti dikira Islam itu lokal yang hanya berlaku di wilayah Indonesia saja, Islam akan dianggap sebagai Agama nenek moyang bangsa Indonesia, orang-orang Indonesia akan mempelajari Islam tidak melalui sumber yang asli melainkan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Islam tanpa bahasa Arab, secara tidak langsung telah menafikan eksistensi
Nabi Muhammad Saw sebagai orang Arab, itu sama saja seperti kaum yahudi yang menolak kenabian Muhammad Saw hanya karena orang Arab.

Percuma shalat, kalau tidak menggunakan bahasa Arab. Karenanya dalam fiqih Islam, shalat akan tetap sah menggunakan bahasa Arab (Al-Qur’an), walaupun tidak memahami arti bacaannya. Sebagai Muslim, wajib menolak ajaran Shalat menggunakan bahasa Indonesia.

Insya Allah, bersambung…

Artikel Terkait: 
Bahaya Islam Tanpa Bahasa Arab (Bagian 2) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar