Kebatilan Pasti Binasa…


Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (QS.al-Isra’:81)

Hakikatnya, setiap manusia tidak bisa membohongi siapapun, juga tidak bisa memalsukan apapun. Karena setiap bentuk kebatilan apapun pasti binasa, pasti lenyap, tidak memberikan manfaat apapun, baik di dunia atau diakhirat. 

Sehingga bila kita menyaksikan ada orang-orang yang ambisius dalam memperoleh jabatan, main sogok dan menipu. Jangan dipikir mereka akan menjadi sukses, justru mereka tengah merusak diri mereka sendiri. Mereka bisa saja menjadi pejabat atau punya kedudukan tertentu di pemerintah, cuma hakikatnya sedang ngutang kepada orang-orang yang ditipu, kepada orang-orang yang data dan statusnya dipalsukan. 


Salah satu contohnya: seorang calon Gubernur menang, tapi banyak pemilih fiktif alias pemilih siluman, dan juga banyak suap.

Nanti di akhirat baru bisa terasakan oleh mereka, semakin banyak menipu akan semakin berat beban yang dirasakannya, bila tidak sanggup lagi menahan beban itu pasti akan membawanya terperosok dalam neraka yang sangat dalam. Tidak ada yang tersisa dari amal yang batil.

Sebaliknya, bila kita beramal yang sejalan dengan kebenaran (syar’i), maka akan menjadi amal yang kekal, balasannya dunia dan akhirat. Tidak ada amal yang sia-sia dari amal yang syar’i. Misalnya, baru saja kemarin kita berlelah-lelah ikut serta untuk memenangkan ustad yang kita anggap amanah untuk menjadi Gubernur. Kalah atau menang, amal kita yang serius ingin amanah (kebenaran) ditegakan, itu tetap Allah akan memperhitungkannya. Allah pasti memberikan pahala atas upaya kita menegakan kebenaran.

Insya Allah, amal yang syar’I tidak akan membuat kita miskin…

(* Ari Ariyandi Gunawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar