Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S. Ash-Shaf : 4)
Ayat ini bagi saya adalah ayat yang gagah. Ayat tetang disiplin militer. Semua orang boleh menerapkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari walaupun bukan tentara resmi.
Bila kita bekerja dengan disiplin militer, maka kita akan memperoleh hasil yang maksimal. Waktu, tenaga, dan akal yang kita gunakan betul-betul dimanfaatkan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Kita juga akan menjadi tangguh menghadapi setiap masalah pekerjaan.
Bila kita mengejar jabatan dari hasil karya, kinerja, dan prestasi kita, maka itulah yang akan mengokohkan jabatan yang kita peroleh. Sebagaimana dalam dunia militer, kenaikan pangkat sangat tergantung kepada karya, kinerja, dan prestasi.
Disiplin militer juga dapat membuat kerja kita menjadi bersungguh-sungguh. Kita akan terbiasa bekerja secara profesional dan proporsional. Profesionalisme itu bukan sekedar persoalan legal formal dan prosedural. Inti dari profesionalisme adalah amanah. Jadi, bila kita punya prinsip amanah dalam bekerja, nicaya ada profesionalisme. Adapun bila kita terbiasa teratur dalam bekerja, akan menjadi proporsional .
Sebaliknya, bila kita mengejar jabatan dari hasil penipuan dan pemalsuan, itu sangatlah rapuh. Walaupun bisa berdiri dalam suatu jabatan tertentu, tidak akan lama. Kalaupun bisa lama menjabat, keniscayaan jatuhya akan menyakitkan. Karena tidak ada suatu kezaliman yang langgeng. Semua kezaliman akan berakhir dengan kebinasaan. Kezaliman, penipuan, dan pemalsuan, tidaklah termasuk dalam disiplin militer.
Disiplin militer adalah cara kita menjadi manusia yang tangguh dan kokoh. Bila usaha atau bisnis kita jatuh hari ini, besok kita bangun lagi. Bila hari ini kita dipecat dari suatu pekerjaan, besok kita cari kerja lagi. Bekerja dengan bersungguh-sungguh dan berkarya dengan sebaik-baiknya, sampai Allah mengokohkan segala kemampuan kita, memberikan kedudukan yang tepat untuk kita, dan mengangkat kehormatan kita.
(* Ari Ariyandi Gunawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar