Oleh: Ari Ariyandi Gunawan
...Bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (Q.S.An-Najm: 38-39)
Inilah salah satu ayat tentang sikap proporsional. Bahwa sikap proporsional adalah sikap manusia yang sesuai dengan ajaran Islam.
Menempatkan segala sesuatu sesuai pada tempatnya, hanya mengambil hak yang merupakan haknya, tidak mengambil hak yang bukan haknya, tidak memakan sesuatu yang melebihi porsi yang diperlukannya, tidak melakukan sesuatu yang melampau batas, begitulah gambaran sikap proporsional. Kalau ada hak orang lain pada diri kita, kemudian kita berupaya menyampaikan hak itu kepada yang berhak secara sepenuhnya, maka kita telah berlaku proporsional yang merupakan bagian dari sikap amanah, maka kita telah menjaga peradaban manusia agar tetap menjadi kokoh.
Bercerminlah
kepada sikap Angsa terhadap Ikan. Angsa tak pernah melebihi porsi makanan yang
dibutuhkannya sendiri. Ketika Angsa memberi makan ikan, Angsa tak pernah
memakan jatah ikan. Angsa saja yang binatang bisa bersikap proporsional, kenapa manusia tidak?
Bila
kita bercermin kepada perangai binatang buas seperti singa. Singa tak pernah
makan bila telah kenyang. Singa tak pernah makan melebihi porsi makanan yang
dibutuhkannya. Singa hanya memangsa hewan bila telah lapar. Singa lebih banyak
tidur setelah makan untuk mengumpulkan tenaga. Ketika singa memangsa hewan lain,
singa tidak merusak ekositem. Begitulah sikap proporsional, tidak merusak
sistem apapun walau oleh binatang buas.
Sekarang,
kalau ada manusia tidak bisa bersikap proporsional, sangat rakus, dan terbiasa
memakan harta orang lain dengan jalan yang batil, memakan harta orang lain
secara zalim, tidak kenal aturan, tidak kenal batas, tidak tau porsi, tidak
kenal takaran, tidak tau kadar dan ukuran, tidak tau standar baik dan jelek,
tidak paham benar dan salah, memakan apa saja yang ada di sekitarnya. Itulah perangai
seperti Babi. Babi adalah binatang yang perangainya paling jelek di dunia. Karena
itulah babi salah satu binatang yang diharamkan dalam Islam.
Bila
kita peduli peradaban, janganlah bersikap seperti babi yang tidak bisa proporsional.
Babi adalah binatang hama yang merusak. Kita sebagai manusia tidak layak berperangai
seperti Babi.
Cikal
bakal korupsi, rakus, dan berbagai tindakan perusak lainnya bermula dari sikap yang
tidak proporsional.
Malulah
kepada Angsa, bila tak bisa bersikap proporsional.
Singa
saja yang binatang buas, mampu bersikap proporsional. Kenapa manusia tidak?
Padahal
Allah telah membekali akal kepada setiap manusia agar menjadikannya lebih mulia
ketimbang binatang…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar