Menghormati pluralitas
Jurnalistik
islami adalah kegiatan jurnalistik yang menghormati pluralitas. Jurnalistik
Islami tidak diskriminatif terhadap perbedaan suku bangsa, ras, wana kulit,
Agama, jenis kelamin, dan bahasa, juga tidak merendahkan martabat orang lain
karena kemiskinan hartanya, kelainan jiwanya, kekurangan fisiknya, dan berbagai
bentuk kekurangan lainnya.
Allah
SWT berfirman:
Hai
manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal (Q.S. Al-Hujarat [49]: 13)
Rasulullah
saw bersabda:
Wahai
sekalian manusia, ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu dan bapak
kalian adalah satu. Sungguh tidak ada keutamaan Arab atas non-arab, non-arab
atas Arab, kulit merah atas hitam, dan kulit hitam atas merah, kecuali dengan
ketakwaan. (HR.Ahmad)
Universal
Jurnalistik
Islami adalah jurnalistik yang universal. Maksudnya, jurnalistik yang menyiarkan
seluruh aspek kehidupan manusia, dan membangun perbaikan didalamnya dengan
nilai-nilai Islam.
…Shibghah
Allah, dan siapakah yang lebih baik shibgahnya daripada Allah/… (Q.S.
Al-Baqarah [2]: 138)
Sehingga
jurnalistik Islami menjadi jurnalistik yang mampu menjawab setiap persoalan
manusia. Karena pada hakikatnya, Islam
merupakan sumber solusi.
Allah
SWT berfirman:
Dan
tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam (Q.S. Al-Anbiya [21] : 107)
Insya
Allah bersambung…
Bagian terkait:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar