Menggugat Kemanusiaan LGBT



Menteri Agama Lukman Hakim sepertinya berharap, menolak LGBT harus dengan syarat perlu dirangkul agar dapat disembuhkan. Lukman berpendapat, karena LGBT merupakan tindakan menyimpang harus ada upaya agar tindakan tersebut tidak semakin meluas di tengah masyarakat. Caranya, kata Lukman, seluruh pihak harus memberikan pendampingan demi penyembuhan dengan cara yang baik.
Perlakuan terhadap LGBT  tersebut dianggap oleh Lukman Hakim sebagai pendekatan empatik yang tidak menghilangkan eksistensi kemanusiaan LGBT. “…kita harus jauhkan dari perilaku menghina mereka, merendahkan, menista mereka mengucilkan mereka bahkan merendahkan dan menghilangkan eksistensi kemanusiaan mereka” ungkap Lukman.(Tarbawia, 17/10/2018)
Saya menolak pernyataan dari Menteri Agama tersebut, karena  LGBT telah menyimpang dari kemanusiaan yang hakiki. Menurut saya pendekatan hukuman terhadap LGBT lebih layak untuk menyelamatkan kemanusiaan ketimbang pendekatan empatik melalui pembinaan.

LGBT Bukan Takdir
LGBT telah keluar dari eksistensi kemanusiaannya oleh perbuatan mereka sendiri. Karena manusia semenjak dilahirkan kedunia ini, tidak mungkin langsung ada yang suka sesama jenis. Manusia semenjak dilahirkan kedunia ini, tidak mungkin ada yang langsung menjadi waria. Berdasarkan itulah, LGBT telah menyimpang dari fitrahnya sebagai manusia dan LGBT bukanlah takdir.
Seluruh Agama samawi yang bersumber dari wahyu Allah, tidak ada yang mengakui eksistensi kemanusiaan LGBT. Karena itu, semua Agama samawi menganggap dalam kisah Adam dan Hawa, itu sepasang kekasih laki-laki dan perempuan pertama didunia, bukan laki-laki dengan laki-laki, bukan perempuan dengan perempuan.
Semua manusia pada hakikatnya butuh Agama. Karena secara fitrahnya manusia selalu butuh pegangan kebenaran. Dan semua orang yang beragama pasti menolak LGBT. Karena LGBT telah menyimpang dari Agama.
Ciri khas manusia yang masih memiliki fitrah dalam diri manusia adalah sikap proporsional. Fitrah itu tidak melawan hukum alam. Seperti air yang selalu mengalir dari hulu ke hilir, itulah fitrahnya air. Laki-laki suka perempuan, itulah fitrahnya manusia. Perempuan suka laki-laki, itulah fitrahnya manusia.

Kalau alat kelamin manusia salah masuk, itu tidak proporsional, itu melawan hukum alam, itulah yang telah keluar dari fitrah kemanusiaan. Makanya,  LGBT itu melawan hukum alam, itu tindakan menantang bencana alam dan merusak peradaban. Menantang bencana alam sebagaimana  yang pernah terjadi di zaman Nabi Luth. Alam tidak mungkin bersahabat dengan LGBT. LGBT  juga dapat disebut merusak peradaban karena LGBT tidak mungkin menghasilkan anak, tidak mungkin ada keturunan dari hasil hubungan sesama jenis.

LGBT Merusak Kehormatan Bangsa
Pernyataan Menteri Agama yang menolak LGBT dengan pendekatan empatik, itu sama saja dengan mengakui eksistensinya di Indonesia. Sementara ini, Menteri Agama Lukman Hakim merupakan  representasi Negara. Apakah Negara Indonesia mengakui eksistensi LGBT ? Sampai saat ini belum pernah ada konfirmasi berupa pernyataan yang jelas dari presiden Jokowi tentang LGBT.
Bila Negara Indonesia mengakui eksistensi LGBT, maka itu sangat berpotensi merusak kehormatan bangsa….Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang berperadaban. Sedangkan LGBT malah merusak peradaban.
Bila menempatkan LGBT sebagai perilaku menyimpang yang diakui eksistensinya oleh negara, tapi tidak bagi Agama, itu seolah-olah  negara  boleh melegalkan LGBT, sedangkan orang yang beragama harus merangkul untuk menyembuhkannya. Itulah suatu wujud  sekularisme yang parah, bila terjadi di Indoneisa.
Di negara Rusia saja, yang terkenal sekuler bahkan bekas negara Komunis, LGBT sangat terlarang, bahkan baru sekedar propaganda LGBT sudah dilarang oleh pemerintah Rusia. Kenapa di Indonesia, yang warga negaranya mayotitas Umat islam, dan terbesar di dunia, tidak memberikan hukuman yang tegas terhadap LGBT, bahkan tidak melarang propaganda LGBT.
Saya sangat jelas menolak eksistensi LGBT, baik dalam perspektif Negara ataupun Agama. Saya tidak ingin menggunakan pendekatan empatik terhadap LGBT untuk menyembuhkannya. Saya  tidak sedikitpun respek terhadap LGBT. Dalam presfektif saya, LGBT perlu diberikan pendekatan  hukum untuk menyembuhkannnya. LGBT perlu dihukum untuk kehormatan bangsa dan keselamatan manusia.


Anti LGBT Indonesia, palu, movement, quote, news, russia, anti LGBT aceh, kampanye anti LGBT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar