Nasehatku Sebagai Guru…..

Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

Meraih Cita Cita
Saya sebagai pengajar, apalagi ketika diamanahi menjadi wali kelas, penting mengetahui cita-cita anak didik. Saya tidak punya kuasa untuk mewujudkan cita-cita anak didik, saya sekedar berupaya mengarahkan atau mengingatkan hal-hal apa saja yang sekiranya dapat mendekati tercapainya suatu cita-cita. Anak-anak didik akan kehilangan semangat belajar, bila keiinginannya sangat lemah terhadap cita-cita yang ingin dicapainya. Anak-anak didik yang telah kehilangan semangat belajar, akan tidak baik dalam proses belajarnya, bahkan anak-anak didik akan menjadi cenderung pragmatis, dekat pula dengan kezaliman. (4 Agustus 2017)


Ketika Cinta Sekolah


Saya mulai jatuh cinta kepada dunia keilmuan (ilmiah), setelah saya mulai senang membaca buku dan menulis. Begitu pula, saya cinta sekolah. Karena sekolah merupakan tempat berkembangnya tradisi keilmuan. Tapi, saya memang tidak mudah jatuh cinta kepada sekolah. Biasanya, bila saya belum jatuh cinta kepada sekolah, saya sekedar menjadi pengajar biasa saja. Sedangkan bila saya telah jatuh cinta kepada sebuah sekolah, maka saya akan selalu berupaya mendidik. Bagi saya, selemah-lemahnya guru adalah pengajar biasa dan sekuat-kuatnya guru adalah pendidik. 


Bila saya sedang jatuh cinta kepada sekolah, maka saya sebisa mungkin menerapkan kedisiplinan, menyampaikan dakwah, membangun produktivitas, mengembangkan kreativitas secara langsung di sekolah, memotivasi pengembangan diri, membangun semangat belajar, membuka ruang kompetisi di setiap kelas dan antar sekolah, memotivasi untuk berprestasi dalam bidang apapun, dan banyak lagi yang lainnya, yang pada intinya, saya berupaya merancang masa depan orang lain yang belum tentu akan tarcapai sempurna. (10 Agustus 2017)


Jangan Lupa Shalat Subuh Berjamaah...

Saya sebagai guru, tidak akan mengangkat seorang muridpun, kecuali yang terbiasa shalat subuh berjamaah di mesjid dan selalu mempersiapkan diri dengan kekuatan apapun untuk maju ke medan laga, membela Agama dan tanah air, mencari kehormatan dengan jihad, mengagungkan kalimat Allah di muka bumi, dan siap menerima komando perlawanan, baik dalam keadaan senang ataupun susah… (27 Juni 2018)

Bertobatlah… 
Bila ada murid-murid saya yang melampaui batas kepada guru, tidak ada yang dihadapinya di masa depan, kecuali kemiskinan, kehinaan, kehidupan yang tidak berkah, dan kematian yang tragis. 
Saya akan mendo’akan mereka agar sempat kembali bertobat sebelum kematiannya. Namun pertobatan mereka niscaya harus melalui ujian keimanan yang keras dan tekanan-tekanan hidup yang berbahaya. Bila mereka berhasil melalui ujian itu, mereka bisa kembali masuk barisan saya, jihad dalam barisan yang teratur, masuk dalam kehidupan yang tenang, berpegang kepada kebenaran, dan selalu siap berperang…( 2 Juli 2018)
loading...


Melawan Segala Bentuk Penjajahan...

Dikiranya, mendekati dunia kemiliteran itu harus berseragam dan bersepatu lars. Sedangkan di barisan saya, semua yang ikut boleh pakai apa saja, gak bersepatu juga boleh, bersenjata batu juga boleh, yang penting berani berperang melawan segala bentuk penjajahan. 

Dikiranya, guru yang baik itu guru yang tak pernah menghukum, dan jarang masuk kelas, membebaskan peserta didik dari kedisiplinan. Sedangkan saya, sebentar-sebentar menghukum. Tidak ada hari yang bebas dari pendisiplinan, kecuali saya tidak sedang ada di sekolah. Sengaja saya buat seluruh peserta didik tidak respek kepada saya, kecuali saat mereka jelas-jelas berprestasi. 

Kemudian, saya pernah menguji guru yang dianggap oleh peserta didik dekat dengan dunia kemiliteran itu. Cuma saya suruh berdiam diri sebentar di medan jihad. Tapi, belum juga sampai ke medan jihad, malah kembali lagi. Anehnya, saat pulang semakin banyak pengikutnya. Para pengikutnya itu sebagian dari murid-murid saya di latihan beladiri. 

Saya tidak memaksa mereka harus tetap dalam barisan saya. Keluar dari barisan saya untuk bergabung dengan barisan lain, itu masih pilihan karena saya belum menguji mereka dengan perang. Kecuali bila mereka menjadi anjing-anjing penguasa zalim dan penjajah, pasti semuanya termasuk guru-gurunya, akan saya habisi di masa perang bersenjata...(13 Juli 2018)

Artikel Terkait:
JANGAN MENJADI ORANG MISKIN YANG SOMBONG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar