Oleh: Ari Ariyandi Gunawan
Mengutamakan Perolehan Fakta
Jurnalistik
islami adalah kegiatan jurnalistik yang harus mengutamakan perolehan fakta.
Karena fakta merupakan unsur yang dapat memperkokoh kebenaran Agama (Syar’iyah)
dan ilmu pengetahuan. Sedangkan prasangka dalam bentuk isu, unsur itu tidak
memberikan manfaat sedikitpun terhadap kebenaran. Sebagaimana Allah SWT
berfirman:
….Sesungguhnya
persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran (Q.S.An-Najm
[53]: 28)
Mewajibkan Kejujuran
Jurnalistik
Islami adalah kegiatan jurnalistik yang mewajibkan kejujuran. Sehingga ketika
menyampaikan suatu pemberitaan, fakta dan data harus diungkapkan secara apa
adanya, objektif, dan jelas sumbernya.
Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar (Q.S. Al-ahzab [33]: 70)
Menjauhi Prasangka
Jurnalistik
Islami tidak menyiarkan informasi seperti rumor, gosif dan desas- desus. Karena
itu merupakan informasi yang bisa menimbulkan banyak prasangka.
Allah SWT
berfirman:
Hai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian dari prasangka itu adalah dosa..(Q.S. Al-Hujarat [49]: 12)
Insya Allah,
bersambung…
Artikel Terkait:
Paradigma Jurnalistik Islami (Bagian 1)
Paradigma Jurnalistik Islami (Bagian 2)
Artikel Terkait:
Paradigma Jurnalistik Islami (Bagian 1)
Paradigma Jurnalistik Islami (Bagian 2)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar